Cerita di Bulan Ramadhan

Alhmdulillah udah masuk lagi di bulan ramadhan, ramadhan kali ini emang berbeda, harus jauh dari keluarga meski seminggu sekali pulang hehe. Berasa banget suasananya, dari yang biasanya hanya diem di rumah, sekarang harus ngikutin segudang aktivitas yang emang udah jadi komitmen, dari mulai ikut "SP" semester pendek sampe kegiatan himpunan yang buaanyaak. Berangkat pagi pulang malem, hampir tiap hari kaya gitu, yaa tapi jalanin saja yang penting kuliah n amanahnya bisa tetep di beresin.

Puasa sekarang banyak di habisin bareng temen-temen di banding di rumahnya, jadi kangen pas bantuin mama nyiapin buat buka sampe teraweh bareng. Dulu kalo pas musim-musim puasa masih rame, tapi sekarang semua pada punya kehidupan masing-masing, dari mulai kakak tertua yang pergi di boyong suaminya, sampe abang tersayang yang harus merantau di kota metropolitan. lah tinggal aku sama kaka satu lagi yang merantau ke kota buat nyari ilmu bekal masa depan, asikkkk beud bahasanya haha.

Kadang suka mikir ke belakang lagi pas masih bocah-bocahnya, masih belum banyak mikirin hidup -__-. di jalanin bisa tapi kadang berat juga buat ngejalaninnya juga. dari bocah yang masih di ingusan sampe sekarang udah ngerti duit haha baru berasa susahnya hidup dari mulai hal yang kecil sampe yang gede. bener-bener harus pinter buat bagi waktu, bagi segala potensi yang ada biar jadi orang yang lebih manfaat :D sekiaan 

Keju

a. Pengertian Keju
Keju adalah makanan yang dibuat dari susu yang dipisahakan, yang diperoleh dengan penggumpalan bagian kasein dari susu dan susu skim. Penggumpalan ini terjadi dengan adanya enzim rennet atau dengan meningkatkan keasaman susu melalui fermentasi asam laktat, atau dengan kombinasi kedua teknik ini.
Sebelum abad ini pembuatan keju dianggap sebagai suatu seni dan baru akhir-akhir ini diterapkan pengendalian secara ilimiah terhadap proses tersebut. Terdapat berbagai jenis dan macam keju, tergantung dimana keju itu dibuat, jenis susu yang dipakai, metode pembuatannya, dan perlakuan yang digunakan untuk pematangannya (Buckle, 1985).

b. Manfaat Keju
Nilai gizi protein susu tidak nyata dipengaruhi oleh pengolahan dan pematangan keju, walaupun tingkat protein dalam berbagai jenis keju bergantung pada pengolahannya. Keju adalah sumber asam amino yang baik terutama lisinnya. Protein keju dari dari segi gizi lebih rendah dibandingkan protein susu, ini disebabkan oleh rendahnya kadar asam  amino yang mengandung belerang. Keju Cottage sebanding dengan protein telur utuh dalam hal keistimewaannya sebagai sumber asam amino esensial.

c. Proses Pembuatan Keju
Tahapan dalam pembuatan keju pada umumnya sebagai berikut:
1.      Pasteurisasi
Sebagian besar keju dibuat dengan menggunakan susu yang telah dipasteurisasi, karena hal ini akan menghasllkan produk yang lebih konsisten dan seragam. Pasteurisasi menghancurkan bakteri pathogen yang ada hubungannya dengan susu, tetapi juga menghancurkan organism dan enzim yang ikut membnatu proses pematangan, sehingga pada umumnya diperlukan waktu pematangan yang lama.
2.      Pengasaman
Susu dipanaskan agar bakteri asam laktat, yaitu Streptococcus dan Lactobacillus dapat tumbuh. Bakteri-bakteri ini memakan laktosa pada susu dan merubahnya menjadi asam laktat. Saat tingkat keasaman meningkat, zat-zat padat dalam susu (protein kaseinlemak, beberapa vitamin dan mineral) menggumpal dan membentuk dadih.
Pengembangan suasana asam adalah salah satu dari faktor utama dalam pembuatan keju, karen sejumlah asam sangat diperlukan untuk pembentukan dadih yang dapat diolah. Untuk menghasilkan keasaman susu dapat dicapai dengan memasukkan pencemar yang berupa kultur bakteri tertentu. Untuk keju yang diolah pada suhu di bawah 37oC, yang dimasukkan sebagai inolkular adalah kultur Streptococcus cremoris, sedangkan keju yang diolah pada suhu 37oC digunakan kultur Streptococcus thermophilus dan jenis Lactobacillus. Keasaman yang diproduksi oleh fermentasi laktosa menjadi asam laktat mencegah tumbuhnya mikroorganisme yang tidak dikehendaki, dan mempengaruhi kecepatan penggumpalan kasein. Dadih yang terbentuk dengan cara ini bersifat lunak dan tidak dapat diolah, serta pengembangan dadih selanjutnya memerlukan penambahan rennet.

3.      Pengentalan
Bakteri rennet ditambahkan ke dalam susu yang dipanaskan yang kemudian membuat protein menggumpal dan membagi susu menjadi bagian cair (air dadih) dan padat (dadih). Setelah dipisahkan, air dadih kadang-kadang dipakai untuk membuat keju seperti Ricotta dan Cypriot hallumi namun biasanya air dadih tersebut dibuang. Dengan bantuan sebuah alat yang berbentuk seperti kecapi, dadih keju dihancurkan menjadi butiran-butiran. Semakin halus dadih tersebut maka semakin banyak air dadih yang dikeringkan dan nantinya akan menghasilkan keju yang lebih keras.
Rennet mengubah gula dalam susu menjadi asam dan protein yang ada menjadi dadih. Jumlah bakteri yang dimasukkan dan suhunya sangatlah penting bagi tingkat kepadatan keju. Proses ini memakan waktu antara 10 menit hingga 2 jam, tergantung kepada banyaknya susu dan juga suhu dari susu tersebut.
Sebagian besar keju menggunakan rennet dalam proses pembuatannya. Rennin adalah enzim pembantuk dadih yang diperoleh dari pemisahan perut anak sapi yang masih menyusui dan bersifat proteolotik. Namun zaman dahulu ketika keju masih dibuat secara tradisional, getah daun dan ranting pohon ara digunakan sebagai pengganti rennet.

4.      Pengolahan dadih
Setelah pemberian rennet, proses selanjutnya berbeda-beda. Beberapa keju lunak dipindahkan dengan hati-hati ke dalam cetakan. Sebaliknya pada keju-keju lainnya, dadih diiris dan dicincang menggunakan tangan atau dengan bantuan mesin supaya mengeluarkan lebih banyak air dadih. Semakin kecil potongan dadih maka keju yang dihasilkan semakin padat

5.      Persiapan sebelum pematangan
a)    Pencetakan
Saat dadih mencapai ukuran optimal maka ia harus dipisahkan dan dicetak. Untuk keju-keju kecil, dadihnya dipisahkan dengan sendok dan dituang ke dalam cetakan. Untuk keju yang lebih besar, pengangkatan dari tangki menggunakan bantuan sehelai kain. Sebelum dituang ke dalam cetakan, dadih tersebut dikeringkan terlebih dahulu kemudian dapat ditekan lalu dibentuk atau diiris.
b)    Penekanan
Keju haruslah ditekan sesuai dengan tingkat kekerasan yang diinginkan. Untukkeju lunak, penekanan biasanya tidak dilakukan karena berat dari keju tersebut sudah cukup berat untuk melepaskan air dadih. Begitupun halnya dengan keju iris, berat dari keju tersebut menentukan tingkat kepadatan yang diinginkan. Meskipun demikian, sebagian besar keju melewati proses penekanan. Waktu dan intensitas penekanan berbeda-beda bagi setiap keju.
c)    Pengasinan
Setelah keju dibentuk,dilakukan penambahan garam agar keju tidak terasa tawar. Keju dapat diasinkan dengan empat cara yang berbeda. Bagi beberapa keju, garam ditambahkan langsung ke dalam dadih.  Cara yang kedua adalah dengan menggosokkan atau menaburkan garam pada bagian kulit keju. Hal ini menyebabkan kulit keju terbentuk dan melindungi bagian dalam keju agar tidak matang terlalu cepat. Beberapa keju-keju yang berukuran besar diasinkan dengan cara direndam dalam air garam. Perendaman keju bisa menghabiskan waktu berjam-jam hingga berhari-hari.  Cara yang terakhir adalah dengan mencuci bagian permukaan keju dengan larutan garam. Selain memberikan rasa, garam juga membantu menghilangkan air berlebih, mengeraskan permukaan, melindungi keju agar tidak mengering serta mengawetkan dan memurnikan keju ketika memasuki proses maturasi. Kandungan garam pada janis-jenis keju 

d.   Aspek Kimia Keju
Komponen nitrogen susu sapi segar, yang merupakan bahan dasar pembuatan keju, terdiri dari 78% kasein, 5,1%- a-laktalbumin, 8,5%- ~-laktalbumin 1,7%-globulin, 1,7%- pepton dan 5%-senyawa non protein. Kasein  susu terdiri dari komponen α-kasein, β-kasein dan κ –kasein dengan perbandingan 3:2:1. Protein-protein tersebut berkaitan dengan ion kalsium dan anion seperti fosfat dan sitrat membentuk misel kasein yang stabil.
Kekerasan, tekstur dan flavor keju merupakan hasil interaksi yang sangat kompleks dari unsur-unsur pembentuknya, sedangkan dadih yang terbentuk  terjadi karena peranan κ kasein  yang  terdapat  dalam  susu. Di  dalam  susu  κ-kasein berperan sebagai pelindung koloid dan bertanggung jawab atas keutuhan  misel kasein. Adanya gangguan pada κ-kasein akan menyebabkan  ketidakstabilan  pada  keutuhan  misel  kasein,  hal ini merupakan  tahap  awal  dari  pembentukan  dadih  susu.
Protein lain yang juga berperan dalam proses koagulasi susu  adalah  protein  serum, yaitu laktoglobulin dan laktalbumin yang bersifat  larut dalam whey  susu.  Pada pembuatan  keju, protein whey ini terkurung da1am dadih  pada  saat  terjadi  koagu1asi, akan tetapi karena sifatnya yang 1ebih larut da1am air, sebagian  protein ini ter1epas ke da1am whey, terutama ketika dadih dipotong atau  dihancurkan. Protein yang tertingga1 da1am dadih menjadi bagian dari tubuh keju.

e.    Jenis-Jenis Keju
       a. Keju Edam
Keju Edam berasal dari Belanda, keju tradisional bulat dan berwarna kuning terang ini biasa dilapisi dengan paraffin, rasa keju Edam ini sedikit mirip kacang dan tidak berbau tajam. Keju edam tergolong jauh lebih lembut dibandingkan jenis lainnya karena kandungan lemak keju Edam lebih rendah.
Keju Edam adalah keju tipe semi-hard, rennet – curd cheese, terutama dibuat dibagian utara negeri Belanda di kota Edam. Pambuatan keju Edam serupa dengan pembuatan keju Cheddar, hanya curdnya tidak boleh menghasilkan asiditas dan tidak digarami. Starter yang digunakan biasanya termasuk organisme pembentuk benang (rope-forming). Curd yang masih hangat ditempatkan kedalam cetakan kayu dan dilakukan pengepressan selama seminggu dan tiap hari dilumuri garam atau kehu yang telah dipress dimasukan kedalam larutan garam selama 2 bulam. Permukaan keju diberi warna dan dihaluskan dengan minyak linseed atau paraffin.
Keju Edam Dibuat dari susu skim/low fat. Berwarna kuning muda. Tekstur sedikit lunak ketika masih muda dan berangsur menjadi kuning tua dan teksturnya menjadi keras dan kering setelah lama disimpan. Ciri khas edam dibungkus lilin berwarna merah. Fungsinya selain untuk mempertahankan aroma juga untuk pengawetan.
      b. Keju cheddar
Nama varietas keju Cheddar berasal dari nama sebuah desa di Inggris. Keju cheddar merupakan keju keras yang mengalami proses pematangan. Di Amerika umumnya keju tersebut terbuat dari air susu segar atau air susu pasteurisasi, sedangkan di New Zaeland sebagian besar dibuat dari air susu pasteurisasi (Eckles et al, 1951).
Ciri-ciri keju cheddar Amerika menurut National Dairy Council (1967) mempunyai tekstur halus, konsistensi keras, bentuk kokoh, warna kuning terang jingga dengan pematangan dua sampai dua belas bulan atau lebih.
Prinsip pembuatan keju tergantung pada kasein yang terdapat di dalam air susu. Air susu yang akan digunakan untuk pembuatan keju terlebih dahulu diperiksa derajat keasamannya dan pemalsuan terhadap santan, kemudian disaring melalui clarifier untuk mendapatkan air susu yang bersih dan kualitas yang baik.


Kekurangan Iodium

IODIUM
            Iodium ditemukan pada tahun 1811 oleh Courtois. Iodium merupakan sebuah anion monovalen. Keadaannya dalam tubuh mamalia hanya sebagai hormon tiroid. Hormon-hormon ini sangat penting selama pembentukan embrio dan untuk mengatur kecepatan metabolis dan produksi kalori atau energi disemua kehidupan. Jumlah iodium yang terdapat dalam makanan sebanyak jumlah ioda dan untuk sebagian kecil secara kovalen mengikat asam amino. Iodium diserap sangat cepat oleh usus dan oleh kelenjar tiroid di gunakan untuk memproduksi hormon thyroid. Saluran ekskresi utama iodium adalah melalui saluran kencing (urin) dan cara ini merupakan indikator utama pengukuran jumlah pemasukan dan status iodium (Brody, 1999).
Iodium  terdapat pada makanan seperti makanan laut, susu, telur, daging dan air minum di daerah tertentu. Yodium tergolong sebagai mikro mineral yang sangat   dibutuhkan oleh tubuh.  Di dalam tubuh, yodium sangat dibutuhkan oleh kelenjar tiroid (kelenjar yang agak besar dan berada di leher depan bagian bawah).  Untuk memenuhi kecukupan yodium sebaiknya di dalam menu sehari-hari sertakan bahan bahan pangan yang berasal dari laut. Kebutuhan yodium perhari sekitar 1-2 mikrogram per kg berat badan. Kecukupan yang dianjurkan sekitar 40-120 mikrogram/ hari untuk anak sampai umur 10 tahun, 150 mikrogram/ hari untuk orang dewasa. Untuk wanita hamil dan menyusui dianjurkan tambahan masing-masing 25 mikrogram dan 50 mikrogram/ hari.
a.    Fungsi Iodium
·      Yodium digunakan untuk memproduksi tiroksin. Tiroksin adalah hormon yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu proses metabolisme, bahkan menentukan berapa lama seseorang bertahan untuk hidup.
·      Dapat mencegah penyakit gondok.
b.    Penyakit akibat Kekurangan Iodium
·      Kekurangan Yodium pada Janin
Kekurangan yodium pada janin akibat ibunya kekurangan yodium ini akan menyebabkan besarnya angka kejadian lahir mati, abortus, dan cacat bawaan. Akibat lain yang lebih berat pada janin yang kekurangan yodium adalah kretin endemik. Kretin endemik ada dua tipe, yang banyak didapatkan adalah tipe nervosa, ditandai dengan retardasi mental, bisu tuli, dan kelumpuhan spastik pada kedua tungkai. Sebaliknya yang jarang terjadi adalah tipe hipotiroidisme yang ditandai dengan kekurangan hormon tiroid dan kerdil.
Perkembangan otak janin sangat tergantung pada hormon tiroid ibu pada trimester pertama kehamilan, bilamana ibu kekurangan yodium maka akan berakibat pada rendahnya kadar hormon tiroid pada ibu dan janin. Dalam trimester kedua dan ketiga kehamilan, janin sudah dapat membuat hormon tiroid sendiri, namun karena kekurangan yodium dalam masa ini maka juga akan berakibat pada kurangnya pembentukan hormon tiroid, sehingga berakibat hipotiroidisme pada janin.
·      Kekurangan Yodium pada Saat Bayi Baru Lahir
Fungsi tiroid pada bayi baru lahir berhubungan erat dengan keadaan otak pada saat bayi tersebut lahir. Pada bayi baru lahir, otak baru mencapai sepertiga, kemudian terus berkembang dengan cepat sampai usia dua tahun. Hormon tiroid pembentukannya sangat tergantung pada kecukupan yodium, dan hormon ini sangat penting untuk perkembangan otak normal.
      Bila kekurangan yodium tidak dikoreksi maka hipotiroidisme akan menetap sejak bayi sampai masa anak. Ini berakibat pada retardasi perkembangan fisik dan mental, serta risiko kelainan mental sangat tinggi. Pada populasi di daerah kekurangan yodium berat ditandai dengan adanya penderita kretin yang sangat mencolok.
·      Kekurangan Yodium pada Masa Anak
Penelitian pada anak sekolah yang tinggal di daerah kekurangan yodium menunjukkan prestasi sekolah dan IQ kurang dibandingkan dengan kelompok umur yang sama yang berasal dari daerah yang berkecukupan yodium. kekurangan yodium mengakibatkan keterampilan kognitif rendah.
Hipotiroidisme otak akan menyebabkan bodoh dan lesu, hal ini merupakan tanda hipotiroidisme pada anak dan dewasa. Keadaan lesu ini dapat kembali normal bila diberikan koreksi yodium, namun lain halnya bila keadaan yang terjadi di otak. Ini terjadi pada janin dan bayi yang otaknya masih dalam masa perkembangan, walaupun diberikan koreksi yodium otak tetap tidak dapat kembali normal.
·      Kekurangan Yodium pada Dewasa
Pada orang dewasa, dapat terjadi gondok dengan segala komplikasinya, yang sering terjadi adalah hipotiroidisme, bodoh, dan hipertiroidisme. Karena adanya benjolan/modul pada kelenjar tiroid yang berfungsi autonom. Disamping efek tersebut, peningkatan ambilan kelenjar tiroid yang disebabkan oleh kekurangan yodium meningkatkan risiko terjadinya kanker kelenjar tiroid bila terkena radiasi.
Selama ini perhatian para pakar terpusat pada GAKY tingkat berat, dan tingkat sedang, baru sekitar sepuluh tahun belakang ini tertarik mengamati apa yang terjadi pada GAKY tingkat ringan yang jumlahnya jauh lebih besar. Dampak buruk GAKY tingkat ringan ternyata lebih mengejutkan. Pada tingkat ringan sudah terjadi kelainan perkembangan sel-sel syaraf yang mempengaruhi kemampuan belajar anak yang ditunjukkan dengan rendahnya IQ anak penderita GAKY. Perkembangan sel otak terjadi dengan pesat pada janin dan anak sampai usia dua tahun, karena itu ibu hamil penderita GAKY tingkat ringan dapat memberikan dampak buruk pada perkembangan syaraf motorik dan kognitif janin yang berkaitan dengan perkembangan kecerdasan anak.
c.    Daerah Rawan Kekurangan Iodium
·      Daerah Lereng Gunung
Warga Kabupaten Temangung yang tinggal di kawasan lereng Gunung Sindoro dan Sumbing rawan terkena gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY) atau dikenal dengan istilah gondok. karena air tanah dari sumber mata air di pegunungan yang dikonsumsi oleh warga, kandungan yodiumnya yang  kurang dan warga tidak memenuhi garam yodium atau makanan lain yang mengandung banyak yodium, sedangkan bila kekurangan yodium  akan mengakibatkan kelenjar gondok pada diri manusia harus bekerja keras.
d.    Kebijakan untuk Mengurangi Kekurangan Iodium
Tubuh manusia tidak dapat memproduksi iodium. Oleh sebab itu, diperlukan penambahan iodium dari luar. Walaupun iodium telah tersedia dalam beberapa bahan makanan, namun seringkali iodium tersebut hilang waktu proses pengolahan bahan makanan itu sendiri. Oleh sebab itu, pemerintah telah melakukan tiga macam strategi untuk menurunkan jumlah penderita GAKI yakni:
1) Memberikan suplemen kapsul minyak beriodium
2) Program iodisasi garam dan
3) Diversifikasi konsumsi pangan sumber iodium.
Pemberikan suplemen kapsul minyak beriodium merupakan program jangka pendek yang sangat mahal biayanya, sehingga tidak mungkin diterapkan secara nasional dan berkesinambungan. Sedangkan program iodisasi yaitu penambahan KIO3 ke dalam garam konsumsi yang biasa disebut garam beriodium.
Berdasarkan standar nasional indonesia (SNI) garam yang dikonsumsi harus mengandung 30-60 ppm KIO3. Walaupun demikian beberapa merk garam iodium, pada kemasan tertulis mengandung iodium, dalam hal ini KIO3, tetapi kenyataannya iodium yang dikandung tidak mencapai standar SNI, bahkan ada beberapa jenis garam yang tidak mengandung KIO3 sama sekali.


Informasi Tentang Strawberry

STRAWBERRY
Strawberry banyak mengandung asam salisilat (salah satu jenis asam beta-hidroksi) yang membantu mengencangkan kulit, serta Vitamin B, C, E, dan K. lulur strawberry selain untuk mengecangkan kulit juga menyehatkan dan meremajakan kulit cocok digunakan oleh hampir semua jenis kulit. Wewangian yang khas menjadikan lulur ini cocok untuk terapi relaksasi. Selain antioksidan , ia juga kaya serat, rendah kalori, dan mengandung vitamin C, folat, potassium, serta asam ellagic.

A.  Khasiat strawberry :
·      Strawberry mampu menyusutkan kadar kolestrol.
·  Strawberry dapat membantu melumpuhkan kerja aktif kanker karena asam ellagic yang dikandungnya tersebut.
·      Strawberry dapat meredam gejala stroke.
·      Strawberry mengandung zat anti alergi dan anti radang.
·      Konsentrasi tujuh zat antioksidan yang ada pada strawberry lebih tinggi dibandingkan buah atau sayuran lain, sehingga strawberry merupakan buah yang efektif mencegah proses oksidasi pada tubuh (Oksidasi ialah hancurnya jaringan tubuh karena radikal bebas. Oksidasi juga bertanggung jawab pada proses penuaan).
·      Strawberry yang kaya vitamin C sangat bermanfaat bagi pertumbuhan anak.
·      Strawberry yang hanya sedikit mengandung gula juga cocok untuk diet bagi pengidap diabetes.
·      Strawberry yang dimakan teratur dapat menghaluskan kulit dan membuat warna kulit terlihat lebih cerah dan bersih. Khasiat yang terkenal lainnya adalah anti keriput!
·      Strawberry dapat memutihkan atau membersihkan permukaan gigi.
·      Strawberry ampuh melawan encok dan radang sendi.
·    Daun strawberry juga berkhasiat karena memiliki zat astringent. Tiga hingga empat cangkir air hasil rebusan daun strawberry per hari, dapat efektif menghentikan serangan diare.
·      Kebutuhan vitamin C orang dewasa perharinya dapat dicukupi oleh 8 buah strawberry (98 mg). Kebutuhan serat juga sekaligus bisa terpenuhi.
·     Untuk kesehatan, strawberry paling bagus dimakan dalam keadaan segar, baik utuh atau dibuat juice. Khasiatny jika sudah dibuat selai atau bagian dari makanan olahan, akan sangat berkurang. Karena itu, usahakan mengkonsumsi strawberry segar.

B.  Kandungan Gizi Strawberry - Stroberi
       (144 g) stroberi mengandung sekitar 45 kalori (188 kJ) dan merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin C dan flavonoid.

a. Kategori  (144 g) Energi 43 kkal
          Energi 181 Kj,Protein 0,88  g, Total lipid (lemak) 0,53 g, Karbohidrat dengan perbedaan 10.1 g, Serat diet total 3,3 g, Ash 0,62 g, Mineral Kalsium 20 mg, Besi 0,55 mg,14 mg Magnesium, 27 mg Fosfor, Kalium 240 mg, Natrium 1,44 mg, Seng 0,19 mg, Tembaga 0,07 mg, Mangan 0,42 mg, Selenium 1,01 μg, asam askorbat 82 mg, Thiamin 0,03 mg, Riboflavin 0,1 mg, Niacin 0,33 mg, Asam pantotenat 0,49 mg, Vitamin B-6 0,09 mg, Folat 25 mg.

Lulur Strawberry sangat baik buat orang yang ingin memiliki kulit terlihat kencang dan awet muda sepanjang hari. Karena kandungan yang terdapat dalam lulur ini mampu mengangat sel-sel kulit mati sehingga kulit dan memberikan nutrisi atau vitamin yang dubutuhkan untuk kehalusan dan kesegaran kulit. Komposisinya yaitu : Oriza Sativa (Beras Putih), Foenigraecci Semen (Klabet), Pachyrrhizus Bulbosus (Bengkoang), Citri Hystricis (Jeruk Purut), Pandanus Amaryllifolius Lynn (Pandan Wangi), Olea Europaea (Minyak Zaitun) dan Fragaria Spp (Ekstrak Strawberry).

Strawberry, yang merupakan kandungan utama lulur memiliki kandungan tujuh zat anti oksidan lebih tinggi dibandingkan buah dan sayuran lainnya, sehingga buah ini dipercaya efektif dapat mencegah penuaan dini. Selain itu, strawberry juga mengandung asam salisilat, yang bermanfaat membantu mengencangkan kulit. Selain itu, buah ini pun mengandung silica, vitamin B, C, E, dan K.

MISRO


KARANGAN “MISRO”
Misro merupakan suatu singkatan dari “amis di jero” yang berarti manis di dalam, adalah suatu cemilan khas sunda yang bisa kita jumpai di pasaran. Cemilan ini memiliki kesamaan bentuk dengan comro, yamg membedakannya hanyalah rasa yang terletak pada isi makanan tersebut. Misro yang khas dengan rasa gurih dan renyah, serta lelehan gula aren yang berada di dalamnya mampu menambah cita rasa makanan tersebut.
Selain murah cemilan ini dapat juga kita buat karena bahan yang mudah kita temukan  serta pengolahan yang mudah dibuat. Kebanyakan orang memakan misro pada saat pagi dan sore hari sebagai cemilan saat bersantai, nonton tv atau hanya sekedar mengobrol dengan keluarga. Cemilah ini akan lebih enak bila dimakan saat masih panas dan ditemani dengan kopi atau teh panas. Cemilan tanah pasundan ini sangat diminati oleh masyarakat baik kalangan bawah, menengah maupun atas karena cita rasanya yang unik dan dengan material alami sebagai bahan dasarnya yang menjadikan panganan ini sehat.
Adapun bahan-bahan dan cara pembuatan misro :
·         Singkong
·         Gula Merah
·         Garam
·         Minyak goring
Cara pembuatan misro sangatlah mudah yang pertama membuat bahan utamanya yaitu singkong. Singkong dibersihkan terlebih dahulu kemudian di parut dan tambahkan air lalu diperas dan buang air perasannya, setelah itu tambahkan garam, bentuklah adonan lalu isi gula merah yang sudah disisir. Selanjutnya masak adonan tersebut dengan api sedang dan aduk-aduk terus selama di masak agar warnanya bagus.



Keindahan Pantai Indrayanti


Pantai Indrayanti terletak di kawasan Gunungkidul, Yogyakarta. Untuk mencapai pantai Indrayanti, bagi yang menggunakan kendaraan sendiri bisa langsung menuju arah Wonosari, beberapa ratus meter setelah melewati kota wonosari, akan dengan mudah ditemukan rambu lalu lintas yang menunjukkan arah ke kanan, dengan mengikuti rambu tersebut kita akan sampai di pantai Indrayanti. Dan bagi kita yang naik kendaraan umum dari arah kota Yogyakarta, naiklah bus ke arah Wonosari dari terminal Giwangan. Setelah sampai di terminal Wonosari, teruskan dengan naik angkutan umum ke arah Tepus, Setelah itu lanjutkan perjalanan menuju pantai Indrayanti menggunakan ojek.

Ada yang unik dari sejarah nama Pantai Indrayanti ini yang konon kata “Indrayanti” bukanlah nama pantai, melainkan nama sebuah cafe dan restoran di sana. Namun karena nama Indrayanti yang terpampang di papan nama cafe dan restoran pantai, akhirnya orang-orang mengenal pantai ini dengan nama Pantai Indrayanti. Sedangkan pemerintah sendiri menamai pantai ini dengan nama Pantai Pulang Syawal. Dan kini, nama Indrayanti jauh lebih populer dan lebih sering disebut daripada Pulang Syawal.

Memanjat bukit di sisi timur pantai indrayanti tidak akan membuat kita menyesal, karena sesampainya di atas bukit, pemandangan laut luas yang berbatasan dengan Samudra Hindia terhampar. Dan menengok ke arah barat, beberapa pantai yang dipisahkan oleh bukit-bukit terlihat berjajar, sungguh pemandangan yang membuat hati melonjak kegirangan. Dan saat senja menjelang, bukit ini akan menjadi spot terbaik untuk menyaksikan mentari yang kembali ke peraduannya.


Resume Buku Media Instruksional Edukatif


PENGERTIAN, PERANAN, DAN
FUNGSI MEDIA INSTRUKSIONAL  EDUKATIF

a.    Pengertian Media Instruksional Edukatif
Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Melalu proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar mengajar disebutMedia Instruksional Edukatif.
Suatu istilah teknis yang hanya dipakai oleh penyusun buku ini untuk menggantikan istilah media pendidikan, media istruksional ataupun istilah-istilah lain yang memiliki maksud dan makna yang sama. Istilah Media Instruksional Edukatif dipakai atas dasar dari dimensi proses instruksional yang sesungguhnya mencakup unsur-unsur normatif. Dan dari beberapa pengertian yang ada, dapat disimpulkan bahwa media instruksional edukatif adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien, serta tujuan instruksional dapat dicapai dengan mudah.
Selanjutnya dikemukakan beberapa pengertian tentang media dan media instruksional edukatif, yang dikemukakan oleh para ahli.
1.    Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S. Hamijaya).
2.     Media adalah channel ( saluran ) karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu tertentu. Dengan media batas-batas itu hampir menjadi tidak ada ( Mc Luahan ).
3.    Media adalah medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan, dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan ( Blake and Haralsen ).
4.     Menurut Brigg, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang merangsang yang sesuai untuk belajar , misalnya : media cetak, media elektronik, ( film, video ).
5.     Menurut Donal P.Ely dan Vernon S. Gerlach, pengertian media ada dua bagian, yaitu arti sempit dan arti luas.
a.    Arti sempit, bahwa media itu berwujud : grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan informasi.
b.    Menurut arti luas, yaitu : kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baru.
Jadi, media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara / sarana / alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar).
Beberapa pengertian media instruksional edukatif dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.    Segala jenis pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam prose belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional. Mencakup media grafis, media yang menggunakan alat penampil, peta, model, globe, dan sebagainya.
2.    Peralatan fisik untuk menyampaikan isi instruksional, termasuk buku, film, video, tipe, sajian slide, guru, dan perilaku non verbal. Dengan kata lain media instruksional edukatif mencakup perangkat lunak dan perangkat keras yang berfungsi sebagai alat belajar / alat bantu belajar.
3.     Media yang digunakan dan diintegrasikan dengan tujuan dan isi instruksional yang biasanya sudah dituangkan dlam Garis Besar Pedoman Instruksional (GBPP) dan dimaksudkan untuk mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar.
4.    Sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara, dengan menggunakan alat penampil dalam proses belajar mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional, meliputi kaset, audio, slide, film-strip,OHP, film, radio, televisi dan sebagainya.
Jadi,  media pembelajaran instruksional adalah media yang digunaklam proses belajar mengajar untuk mempermudah pencapaian tujuan instruksional yang lebih efektif, dn memiliki sifat yang mendidik.
Adapun ciri-ciri umum media instruksional edukatif adalah:
1.      Identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung.
2.       Digunakan dalam proses komunikasi instruksional.
3.      Merupakan alat yang efektif dalam instruksional.
4.      Memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
Erat kaitannya dengan metode mengajar, khususnya komponen-komponen sistem instruksional lainnya.


b.   Peranan dan Fungsi Media Instruksional Edukatif
Peranan dan fungsi media instruksional edukatif sangat dipengaruhi oleh ruang, waktu, pendengar (penerima pesan atau peserta didik) serta sarana dan prasarana yang tersedia, di samping sifat dari media instruksional edukatif.
1.    Peranan media instruksional edukatif:
a)      Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b)       Mengatasi batas-batas ruang kelas.
c)      Mengatasi kesulitan apabila suatu benda sacara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil.
 )   Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian peserta didik.
e)      Mengatasi hal-hal yang terlalu kompleks dapat dipisahkan bagian demi bagian untuk diamati secara terpisah.
f)       Mengatasi suara yang terlalu halus untuk didengar secara langsung melalui telinga.
g)      Mengatasi peristiwa-peristiwa alam.Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadaan alam sekitar.
h)      Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadaan alam sekitar.
i)        Memberikan kesamaan/kesatuan dalam pengamatan terhadap sesuatu yang pada awal pengamatan peserta didik berbeda-beda.
j)        Membangkitkan minat belajar yang baru dan membangkitkan motivasi kegiatan belajar peserta didik.
2.    fungsi media instruksional edukatif :
a.       Menurut Derek Rowntree,media pendidkan (media instruksional edukatif ) berfungsi:
1)        Membangkitkan motivasi belajar
2)        Mengulang apa yang telah dipelajari
3)         Menyediakan stimulus belajar
4)        Mengaktifkan respons perseta didik
5)         Memberikan balikan dengan segera
6)        Mengalakkan latihan yang diserasi
b.       Menurut Mcknown ada 4 fungsi,  yaittu:
1)        Mengubah titik berat pendidikan formal yaitu dari pendidkan yang menekankan pada instruksional akademis menjadi pendidikan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peseta didik.
2)        Membangkitkan motivasi belajar pada peseta didik karena
a.       Media intruksioanl edukatif pada umumnya merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik, sehingga menarik perhatian peserta didik.
b.      Penggunaan media instruksional edukatif memberikan kebebasan kepada peserta didik lebih besar dibandingkan degan cara belajar tradisional.
c.       Media instruksional edukatif lebih konkret dan mudah dipahami
d.      Memungkinkan peseta didik untuk berbuat sesuatu
e.       Mendorong pesrta didik untuk ingin tahu lebih banyak.
3)        Memberikan kejelasan (clarifikasition)
4)        Memberikan rangsangan (stimulus)

KLASIFIKASI DAN PEMILIHAN
 MEDIA INSTRUKSIONAL EDUKATIF

a.    Klasifikasi Media Instruksional Edukatif
  1)      Klasifikasi Menurut Hamijaya
Santoso S. Hamijaya, mengklasifikasikan media pendidikan yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan menurut penggunaannya, yaitu:
a.    Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara masal, yaitu sebagai berikut: Televisi,  Film dan Slide,  Radio.
b.     Media dan teknologi pendidikan yang metode penggunaannya secara individual, misalnya :  Kelas dan laboratorium elektronik, Alat-alat otoinstruktif, Kotak unit instruksional.
c.    Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara konvensional
d.   Media dan teknologi pendidikan pada pendidikan modern, berupa:  Ruang kelas otomatis, Sistem proyeksi berganda, System interkomunikasi.
  2)      Klasifikasi Menurut Gerlack dan Ely
Media dibagi menjadi 5 kategori umum menurut sifat benda, yaitu:
a.    Benda-benda asli dan manusia
b.    Gambar-gambar dan gambar yang disorot
c.    Benda-benada yang didengar
d.   Benda-benda cetakan
e.    Benda-benda yang dipamerkan
  3)      Klasifikasi Menurut Edgar Dale
Mengklasifikasikan media instruksional edukatif berdasarkan pengalaman belajar peserta didik, yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak. Pengalaman-pengalaman itu meliputi:
a.    Pengalaman melalui lambang kata/verbal
b.    Pengalaman melalui lambing visual
c.    Pengalaman melalui gambar
d.   Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar
e.    Pengalaman melalui gambar hidup
f.     Pengalaman melalui televise
g.    Pengalaman melalui pameran
h.    Pengalaman melalui wid wisata
i.      Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi
  4)      Klasifikasi merut R. Murry Thomas
Didasarkan atas  3 jenjang pengalaman, yaitu :
a.       Pengalaman dari benda asli (reliefe experience). Misalnya kereta api, bola.
b.      Pengalaman dari benda tiruan (substitude of reliefe experience) misalnya gambar, film, model, sandiwara.
c.       Pengalaman dari kata-kata (words only) misalnya buku, majalah, program radio, kaset, piringan hitam.
  5)      Klasifikasi Menurut Rudy Bretz
Mengelompokkan media kedalam 7 kelas yaitu: 
a.    Media Audio-Motion-visual
b.    Media Audio-skill-visual
c.    Media audio-seminotion
d.   Media motion-visual
e.    Media skill-visual
f.     Media audio
g.    Media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa symbol-simbol tertentu saja.
  6)      Menurut Jerold E. Kemp :
a.       Media cetak
b.      Media display
c.       Over head transparancies
d.      Audio tape recording
e.       Slide dan film-strips
f.       Montipictire
g.      Komputer
  7)      Menurut Gerlach dan Ely mengklafikasikan jenis media instruksional edukatif sebagai berikut :
a.       Gambar diam
b.      Gambar gerak
c.       Rekaman suara
d.      Televisi
e.       Benda – benda hidup
f.       Intruksional berprogram ataupun CAI ( Computer Assisten Instruction)
            Dari bermacam – macam media Audio visual dengan cirinya masing – masing soegito Atmohoetomo membedakan menjadi tiga jenis :
1.      Media Audio
Berdasarkan hal ini ditawarkan klasifikasi media instruksional edukatif menurut jenis-jenisnya.
1.    Berdasarkan indra yang digunakan.
a.       Media audio.
b.      Media video.
c.       Media audio visual
2.    Berdasarkan jenis pesan.
a.       Media cetak.
b.      Media non cetak
c.       Media grafis
d.      Media non grafis
3.    Berdasarkan sasarannaya
a.       Media jangkauan terbatas (tape).
b.      Media jangkauan yang luas (radio, pers).
4.    Berdasarkan penggunaan tenaga listrik (elektronik).
a.       Media elektronika
b.      Media non elektronika.
5.    Media asli dan tiruan
Yaitu berupa spesimen, meliputi: makhluk hidup dan benda tak hidup. Makhluk yang ditampilkan adalah yang masih bisa hidup atau yang mati:
a.       Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)      Akuarium dengan ikan dan tumbuhan
2)      Terrarium dengan hewan darat dan tumbuhan
3)      Kebun binatang hewan darat dan tumbuhan
4)      Kebun percobaan dengan berbagai segala binatang yang ada
5)      Insektarium berupa kotak kaca dan berisi serangga
b.      Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)      Herbarium
2)      Diorama: pameran hewan dan tumbuhan yang telah dikeringkan dengan kedudukan seperti aslinya di alam dsb.
3)      Taksidemi: kulit hewan yang dibentuk kembali sesuai dengan aslinya setelah kulit dikeringkan dan isinya diganti dengan benda lain
4)      Awetan hewan dalam botol
5)      Awetan dalam cairan plastik (bioplastik), maksudnya makhluk yang sudah mati disimpan dalam cairan yang semula cair lalu membeku
c.       Spesimen dari benda tidak hidup.
Misalnya: batu-batuan, mineral, dll
d.      Benda asli yang bukan makhluk hidup
Misalnya: pesawat terbang, mobil dll
e.       Model (tiruan benda-benda) bentuk tiruan darisuatu benda asli yang oleh suatu hal tidak bisa ditunjukkan aslinya. Misalnya terlalu besar atau terlalu kecil, dsb
Macam model antara lain:
1)      Model irisan, misalnya: irisan bagian dalam bumi
2)      Model penampang, misalnya: penampang kayu
3)      Model memperkecil/memperbesar, misalnya: miniatur candi, sel
4)      Model perbandingan, misalnya: peta
5)      Model utuh, misalnya: buah
6)      Model susunan, misalnya: susunan tubuh manusia
7)      Model kerja, misalnya: model robot berupa lengan dan kepala
8)      Model boneka, misalnya: tiruan manusia
9)      Model globe, misalnya: tiruan bumi
10)  Model lapangan atau market, misalnya: situasi lingkungan.
6.    Media Grafis
a.       Bagan, penyajian diagramatik suatu lambang visual, misalnya media bagan pohon, media bagan akar, media bagan arus.
b.      Media grafik (grafik diagram) ialah media yang membuat penyajian perlakuan data- data bilangan secara diagramatik.
c.       Media poster, yaitu mediayang digunakan untuk menyampaikan informasi, saran atau ide, misalnya poster penghijauan, poster lalu lintas, dan sebagainya.
d.      Karikatur, bentuk informasi yang selain lucu juga bersifat sindiran.
e.       Gambar, mamfaat media gambar dalam proses instruksional adalah penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahsa-bahasa verbal, tetapi lebih memberi kesan.  Yang termasuk dalam media gambar adalah poster.
f.       Komik, sebagai media instruksional edukatif, komik mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dan bersifat personal. Komik diterbitkan dalam rangka tujuan komersial dan edukatif yang mempunyai unsur-unsur: sederhana langsung, aksi-aksi yang cepatdan menggambarkan peristiwa yang mengandung bahaya.
g.      Media gambar bersambung/ gambar seri (viratoon) yaitu media grafis yang digunakan untuk menerangkan suatu rangkaian perkembangan. Setiap seri media gambar bersambung dan selalu terdiri dari sejumlah gambar.
7.    Media bentuk papan, adalah media yang menggunakan benda berupa sebagai sarana komunikasi yang dapat dibedakan menjadi:
a.    Media papan tulis (black/ white board).
b.    \Media papan tempel/ pengumuman (information board).
c.    Media papan flanel (flanel board, left board, visual board).
d.   Media papan/ pameran/ visual (display board).
e.    Media papan magnet.
f.     Media papan demonstrasi (demonstration board).
g.    Media papan paku (spika board).
8.    Media yang disorotkan (projectable aids) atau alat pandang (visual aids).
Media ini baru dapat dimanfaatkan setelah diproyeksikan, meliputi:
a.       Media sorot yang diam (still projection media).
b.      Media sorot yang bergerak (movie projection media).
c.       Media sorot mikro (micro projection media).
9.    Media yang dapat didengar, yaitu media sebagai alat komunikasi dengan melalui pendengaran. Misalnya: kaset audio, radio.
10. Media pandang dengar, yaitu media yang dapat dilihat sekaligus dapat didengar untuk  memperjelas gambar yang dapat dilihat. Misalnya: slide audio, televisi.
11. Media bahan-bahan cetak (printed materials media), yaitu bahan cetak dari bahan pembelajaran. Misalnya: buku, pamflet, majalah, koran, dan sebagainya.

Sumber : Buku Media Instruksional Edukatif
Drs. Ahmad rohani,HM,M.Pd