Resume Buku Media Instruksional Edukatif


PENGERTIAN, PERANAN, DAN
FUNGSI MEDIA INSTRUKSIONAL  EDUKATIF

a.    Pengertian Media Instruksional Edukatif
Pada hakikatnya kegiatan belajar mengajar adalah suatu proses komunikasi. Melalu proses komunikasi, pesan atau informasi dapat diserap dan dihayati orang lain. Agar tidak terjadi kesesatan dalam proses komunikasi perlu digunakan sarana yang membantu proses komunikasi yang disebut media. Dalam proses belajar mengajar, media yang digunakan untuk memperlancar komunikasi belajar mengajar disebutMedia Instruksional Edukatif.
Suatu istilah teknis yang hanya dipakai oleh penyusun buku ini untuk menggantikan istilah media pendidikan, media istruksional ataupun istilah-istilah lain yang memiliki maksud dan makna yang sama. Istilah Media Instruksional Edukatif dipakai atas dasar dari dimensi proses instruksional yang sesungguhnya mencakup unsur-unsur normatif. Dan dari beberapa pengertian yang ada, dapat disimpulkan bahwa media instruksional edukatif adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai proses dan hasil instruksional secara efektif dan efisien, serta tujuan instruksional dapat dicapai dengan mudah.
Selanjutnya dikemukakan beberapa pengertian tentang media dan media instruksional edukatif, yang dikemukakan oleh para ahli.
1.    Media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga ide atau gagasan itu sampai pada penerima (Santoso S. Hamijaya).
2.     Media adalah channel ( saluran ) karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar, dan melihat dalam batas-batas jarak, ruang, dan waktu tertentu. Dengan media batas-batas itu hampir menjadi tidak ada ( Mc Luahan ).
3.    Media adalah medium yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan suatu pesan, dimana medium ini merupakan jalan atau alat dengan suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan ( Blake and Haralsen ).
4.     Menurut Brigg, media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan yang merangsang yang sesuai untuk belajar , misalnya : media cetak, media elektronik, ( film, video ).
5.     Menurut Donal P.Ely dan Vernon S. Gerlach, pengertian media ada dua bagian, yaitu arti sempit dan arti luas.
a.    Arti sempit, bahwa media itu berwujud : grafik, foto, alat mekanik dan elektronik yang digunakan untuk menangkap, memproses serta menyampaikan informasi.
b.    Menurut arti luas, yaitu : kegiatan yang dapat menciptakan suatu kondisi, sehingga memungkinkan peserta didik dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang baru.
Jadi, media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara / sarana / alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar).
Beberapa pengertian media instruksional edukatif dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.    Segala jenis pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam prose belajar mengajar untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional. Mencakup media grafis, media yang menggunakan alat penampil, peta, model, globe, dan sebagainya.
2.    Peralatan fisik untuk menyampaikan isi instruksional, termasuk buku, film, video, tipe, sajian slide, guru, dan perilaku non verbal. Dengan kata lain media instruksional edukatif mencakup perangkat lunak dan perangkat keras yang berfungsi sebagai alat belajar / alat bantu belajar.
3.     Media yang digunakan dan diintegrasikan dengan tujuan dan isi instruksional yang biasanya sudah dituangkan dlam Garis Besar Pedoman Instruksional (GBPP) dan dimaksudkan untuk mempertinggi mutu kegiatan belajar mengajar.
4.    Sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara, dengan menggunakan alat penampil dalam proses belajar mengajar untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan instruksional, meliputi kaset, audio, slide, film-strip,OHP, film, radio, televisi dan sebagainya.
Jadi,  media pembelajaran instruksional adalah media yang digunaklam proses belajar mengajar untuk mempermudah pencapaian tujuan instruksional yang lebih efektif, dn memiliki sifat yang mendidik.
Adapun ciri-ciri umum media instruksional edukatif adalah:
1.      Identik dengan alat peraga langsung dan tidak langsung.
2.       Digunakan dalam proses komunikasi instruksional.
3.      Merupakan alat yang efektif dalam instruksional.
4.      Memiliki muatan normatif bagi kepentingan pendidikan.
Erat kaitannya dengan metode mengajar, khususnya komponen-komponen sistem instruksional lainnya.


b.   Peranan dan Fungsi Media Instruksional Edukatif
Peranan dan fungsi media instruksional edukatif sangat dipengaruhi oleh ruang, waktu, pendengar (penerima pesan atau peserta didik) serta sarana dan prasarana yang tersedia, di samping sifat dari media instruksional edukatif.
1.    Peranan media instruksional edukatif:
a)      Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi peserta didik.
b)       Mengatasi batas-batas ruang kelas.
c)      Mengatasi kesulitan apabila suatu benda sacara langsung tidak dapat diamati karena terlalu kecil.
 )   Mengatasi gerak benda secara cepat atau terlalu lambat, sedangkan proses gerakan itu menjadi pusat perhatian peserta didik.
e)      Mengatasi hal-hal yang terlalu kompleks dapat dipisahkan bagian demi bagian untuk diamati secara terpisah.
f)       Mengatasi suara yang terlalu halus untuk didengar secara langsung melalui telinga.
g)      Mengatasi peristiwa-peristiwa alam.Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadaan alam sekitar.
h)      Memungkinkan terjadinya kontak langsung dengan masyarakat atau dengan keadaan alam sekitar.
i)        Memberikan kesamaan/kesatuan dalam pengamatan terhadap sesuatu yang pada awal pengamatan peserta didik berbeda-beda.
j)        Membangkitkan minat belajar yang baru dan membangkitkan motivasi kegiatan belajar peserta didik.
2.    fungsi media instruksional edukatif :
a.       Menurut Derek Rowntree,media pendidkan (media instruksional edukatif ) berfungsi:
1)        Membangkitkan motivasi belajar
2)        Mengulang apa yang telah dipelajari
3)         Menyediakan stimulus belajar
4)        Mengaktifkan respons perseta didik
5)         Memberikan balikan dengan segera
6)        Mengalakkan latihan yang diserasi
b.       Menurut Mcknown ada 4 fungsi,  yaittu:
1)        Mengubah titik berat pendidikan formal yaitu dari pendidkan yang menekankan pada instruksional akademis menjadi pendidikan yang mementingkan kebutuhan kehidupan peseta didik.
2)        Membangkitkan motivasi belajar pada peseta didik karena
a.       Media intruksioanl edukatif pada umumnya merupakan sesuatu yang baru bagi peserta didik, sehingga menarik perhatian peserta didik.
b.      Penggunaan media instruksional edukatif memberikan kebebasan kepada peserta didik lebih besar dibandingkan degan cara belajar tradisional.
c.       Media instruksional edukatif lebih konkret dan mudah dipahami
d.      Memungkinkan peseta didik untuk berbuat sesuatu
e.       Mendorong pesrta didik untuk ingin tahu lebih banyak.
3)        Memberikan kejelasan (clarifikasition)
4)        Memberikan rangsangan (stimulus)

KLASIFIKASI DAN PEMILIHAN
 MEDIA INSTRUKSIONAL EDUKATIF

a.    Klasifikasi Media Instruksional Edukatif
  1)      Klasifikasi Menurut Hamijaya
Santoso S. Hamijaya, mengklasifikasikan media pendidikan yang dikaitkan dengan teknologi pendidikan menurut penggunaannya, yaitu:
a.    Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara masal, yaitu sebagai berikut: Televisi,  Film dan Slide,  Radio.
b.     Media dan teknologi pendidikan yang metode penggunaannya secara individual, misalnya :  Kelas dan laboratorium elektronik, Alat-alat otoinstruktif, Kotak unit instruksional.
c.    Media dan teknologi pendidikan yang penggunaannya secara konvensional
d.   Media dan teknologi pendidikan pada pendidikan modern, berupa:  Ruang kelas otomatis, Sistem proyeksi berganda, System interkomunikasi.
  2)      Klasifikasi Menurut Gerlack dan Ely
Media dibagi menjadi 5 kategori umum menurut sifat benda, yaitu:
a.    Benda-benda asli dan manusia
b.    Gambar-gambar dan gambar yang disorot
c.    Benda-benada yang didengar
d.   Benda-benda cetakan
e.    Benda-benda yang dipamerkan
  3)      Klasifikasi Menurut Edgar Dale
Mengklasifikasikan media instruksional edukatif berdasarkan pengalaman belajar peserta didik, yaitu dari yang bersifat konkret sampai yang bersifat abstrak. Pengalaman-pengalaman itu meliputi:
a.    Pengalaman melalui lambang kata/verbal
b.    Pengalaman melalui lambing visual
c.    Pengalaman melalui gambar
d.   Pengalaman melalui rekaman, radio, gambar
e.    Pengalaman melalui gambar hidup
f.     Pengalaman melalui televise
g.    Pengalaman melalui pameran
h.    Pengalaman melalui wid wisata
i.      Pengalaman melalui kegiatan demonstrasi
  4)      Klasifikasi merut R. Murry Thomas
Didasarkan atas  3 jenjang pengalaman, yaitu :
a.       Pengalaman dari benda asli (reliefe experience). Misalnya kereta api, bola.
b.      Pengalaman dari benda tiruan (substitude of reliefe experience) misalnya gambar, film, model, sandiwara.
c.       Pengalaman dari kata-kata (words only) misalnya buku, majalah, program radio, kaset, piringan hitam.
  5)      Klasifikasi Menurut Rudy Bretz
Mengelompokkan media kedalam 7 kelas yaitu: 
a.    Media Audio-Motion-visual
b.    Media Audio-skill-visual
c.    Media audio-seminotion
d.   Media motion-visual
e.    Media skill-visual
f.     Media audio
g.    Media yang hanya mampu menampilkan informasi berupa symbol-simbol tertentu saja.
  6)      Menurut Jerold E. Kemp :
a.       Media cetak
b.      Media display
c.       Over head transparancies
d.      Audio tape recording
e.       Slide dan film-strips
f.       Montipictire
g.      Komputer
  7)      Menurut Gerlach dan Ely mengklafikasikan jenis media instruksional edukatif sebagai berikut :
a.       Gambar diam
b.      Gambar gerak
c.       Rekaman suara
d.      Televisi
e.       Benda – benda hidup
f.       Intruksional berprogram ataupun CAI ( Computer Assisten Instruction)
            Dari bermacam – macam media Audio visual dengan cirinya masing – masing soegito Atmohoetomo membedakan menjadi tiga jenis :
1.      Media Audio
Berdasarkan hal ini ditawarkan klasifikasi media instruksional edukatif menurut jenis-jenisnya.
1.    Berdasarkan indra yang digunakan.
a.       Media audio.
b.      Media video.
c.       Media audio visual
2.    Berdasarkan jenis pesan.
a.       Media cetak.
b.      Media non cetak
c.       Media grafis
d.      Media non grafis
3.    Berdasarkan sasarannaya
a.       Media jangkauan terbatas (tape).
b.      Media jangkauan yang luas (radio, pers).
4.    Berdasarkan penggunaan tenaga listrik (elektronik).
a.       Media elektronika
b.      Media non elektronika.
5.    Media asli dan tiruan
Yaitu berupa spesimen, meliputi: makhluk hidup dan benda tak hidup. Makhluk yang ditampilkan adalah yang masih bisa hidup atau yang mati:
a.       Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)      Akuarium dengan ikan dan tumbuhan
2)      Terrarium dengan hewan darat dan tumbuhan
3)      Kebun binatang hewan darat dan tumbuhan
4)      Kebun percobaan dengan berbagai segala binatang yang ada
5)      Insektarium berupa kotak kaca dan berisi serangga
b.      Adapun spesimen makhluk hidup yang masih hidup, berupa:
1)      Herbarium
2)      Diorama: pameran hewan dan tumbuhan yang telah dikeringkan dengan kedudukan seperti aslinya di alam dsb.
3)      Taksidemi: kulit hewan yang dibentuk kembali sesuai dengan aslinya setelah kulit dikeringkan dan isinya diganti dengan benda lain
4)      Awetan hewan dalam botol
5)      Awetan dalam cairan plastik (bioplastik), maksudnya makhluk yang sudah mati disimpan dalam cairan yang semula cair lalu membeku
c.       Spesimen dari benda tidak hidup.
Misalnya: batu-batuan, mineral, dll
d.      Benda asli yang bukan makhluk hidup
Misalnya: pesawat terbang, mobil dll
e.       Model (tiruan benda-benda) bentuk tiruan darisuatu benda asli yang oleh suatu hal tidak bisa ditunjukkan aslinya. Misalnya terlalu besar atau terlalu kecil, dsb
Macam model antara lain:
1)      Model irisan, misalnya: irisan bagian dalam bumi
2)      Model penampang, misalnya: penampang kayu
3)      Model memperkecil/memperbesar, misalnya: miniatur candi, sel
4)      Model perbandingan, misalnya: peta
5)      Model utuh, misalnya: buah
6)      Model susunan, misalnya: susunan tubuh manusia
7)      Model kerja, misalnya: model robot berupa lengan dan kepala
8)      Model boneka, misalnya: tiruan manusia
9)      Model globe, misalnya: tiruan bumi
10)  Model lapangan atau market, misalnya: situasi lingkungan.
6.    Media Grafis
a.       Bagan, penyajian diagramatik suatu lambang visual, misalnya media bagan pohon, media bagan akar, media bagan arus.
b.      Media grafik (grafik diagram) ialah media yang membuat penyajian perlakuan data- data bilangan secara diagramatik.
c.       Media poster, yaitu mediayang digunakan untuk menyampaikan informasi, saran atau ide, misalnya poster penghijauan, poster lalu lintas, dan sebagainya.
d.      Karikatur, bentuk informasi yang selain lucu juga bersifat sindiran.
e.       Gambar, mamfaat media gambar dalam proses instruksional adalah penyampaian dan penjelasan mengenai informasi, pesan, ide dan sebagainya dengan tanpa banyak menggunakan bahsa-bahasa verbal, tetapi lebih memberi kesan.  Yang termasuk dalam media gambar adalah poster.
f.       Komik, sebagai media instruksional edukatif, komik mempunyai sifat yang sederhana, jelas, mudah dan bersifat personal. Komik diterbitkan dalam rangka tujuan komersial dan edukatif yang mempunyai unsur-unsur: sederhana langsung, aksi-aksi yang cepatdan menggambarkan peristiwa yang mengandung bahaya.
g.      Media gambar bersambung/ gambar seri (viratoon) yaitu media grafis yang digunakan untuk menerangkan suatu rangkaian perkembangan. Setiap seri media gambar bersambung dan selalu terdiri dari sejumlah gambar.
7.    Media bentuk papan, adalah media yang menggunakan benda berupa sebagai sarana komunikasi yang dapat dibedakan menjadi:
a.    Media papan tulis (black/ white board).
b.    \Media papan tempel/ pengumuman (information board).
c.    Media papan flanel (flanel board, left board, visual board).
d.   Media papan/ pameran/ visual (display board).
e.    Media papan magnet.
f.     Media papan demonstrasi (demonstration board).
g.    Media papan paku (spika board).
8.    Media yang disorotkan (projectable aids) atau alat pandang (visual aids).
Media ini baru dapat dimanfaatkan setelah diproyeksikan, meliputi:
a.       Media sorot yang diam (still projection media).
b.      Media sorot yang bergerak (movie projection media).
c.       Media sorot mikro (micro projection media).
9.    Media yang dapat didengar, yaitu media sebagai alat komunikasi dengan melalui pendengaran. Misalnya: kaset audio, radio.
10. Media pandang dengar, yaitu media yang dapat dilihat sekaligus dapat didengar untuk  memperjelas gambar yang dapat dilihat. Misalnya: slide audio, televisi.
11. Media bahan-bahan cetak (printed materials media), yaitu bahan cetak dari bahan pembelajaran. Misalnya: buku, pamflet, majalah, koran, dan sebagainya.

Sumber : Buku Media Instruksional Edukatif
Drs. Ahmad rohani,HM,M.Pd


0 komentar:

Posting Komentar